- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin (15/6/2026).
- Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan.
- Namun, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan ringan, di antaranya Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Nias, Tapanuli Tengah, dan wilayah sekitarnya.
Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin (15/6/2026).
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan. Namun, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan ringan, di antaranya Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Nias, Tapanuli Tengah, dan wilayah sekitarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi Asahan, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
Hujan Berlanjut hingga Malam dan Dini Hari
BMKG juga memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi pada malam hari di sejumlah daerah.
Wilayah Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Asahan, Mandailing Natal, Simalungun, dan Tapanuli Selatan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Asahan, Humbang Hasundutan, Sibolga, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Nias, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
Adapun suhu udara di Sumatera Utara diperkirakan berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban mencapai 70 hingga 99 persen.
Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan antara 5 hingga 20 kilometer per jam.
BMKG Sumut Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor,” kata Defri Mandoza.
Menurut BMKG, beberapa faktor meteorologis saat ini mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Sumatera Utara.
Gelombang Rossby dan Kelvin Pengaruhi Cuaca Sumut
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menjelaskan aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, ditambah adanya daerah belokan angin di Sumatera Utara, menjadi pemicu pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera juga meningkatkan proses penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Gelombang Laut Hingga 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi perairan di Sumatera Utara.
Pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari arah barat hingga barat daya dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot.
Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan, antara lain:
- Perairan Barat Kepulauan Nias
- Perairan Barat Kepulauan Batu
- Perairan Kepulauan Batu
- Perairan Timur Kepulauan Nias
- Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias
BMKG mengimbau nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan.
Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara operator kapal tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.












