Topikseru.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dalam perombakan struktur pimpinan lembaga tersebut pada Selasa (2/6/2026) malam.
Agustina dipercaya menggantikan Lodewijk Pusung dan akan mendampingi pimpinan baru BGN dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penunjukan Agustina diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, terutama dalam aspek pengawasan, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan program nasional yang saat ini menjadi perhatian publik.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Devisa Ekspor di Luar Negeri
- BGN Larang Dapur MBG Masak Mi Tanpa Chef Andal Usai 147 Anak Alami Gangguan Pencernaan
Dipilih untuk Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan
Pergantian jajaran pimpinan BGN dilakukan di tengah upaya pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo.
Dengan latar belakang panjang di bidang audit dan investigasi, Agustina dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat sistem pengawasan internal serta memastikan penggunaan anggaran berjalan secara transparan dan akuntabel.
Pengalamannya selama bertahun-tahun di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi salah satu alasan utama dirinya dipercaya mengemban jabatan strategis tersebut.
Sosok Perempuan Pertama di Posisi Wakil Kepala BPKP
Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, Agustina menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Ia dilantik Presiden Prabowo pada Februari 2025 dan mencatat sejarah sebagai pejabat pertama yang menduduki posisi Wakil Kepala BPKP sejak lembaga tersebut berdiri pada 1983.
Penunjukan itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier birokrasinya yang telah dibangun selama puluhan tahun di lingkungan pengawasan keuangan negara.
Lulusan STAN dengan Segudang Sertifikasi Profesional
Agustina mengawali pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).
Ia menyelesaikan pendidikan Diploma III pada 1992 dan Diploma IV pada 1998. Selanjutnya, Agustina meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014.
Tak hanya pendidikan formal, Agustina juga memiliki sejumlah sertifikasi profesional yang memperkuat keahliannya di bidang audit, investigasi, forensik, dan manajemen risiko.
Beberapa sertifikasi yang dimilikinya antara lain:
- Certified Fraud Examiner (CFE)
- Certified Forensic Auditor (CFrA)
- Chartered Accountant (CA)
- Qualified Internal Auditor (QIA)
- Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE)
- Certified Internal Audit Executive (CIAE)
- Certified Risk Professional (CRP)
- Certified Risk Executive Leader (CREL)
- Certified Government Risk Expert (CGRE)
- Financial Risk Management Professional (FRMP)
Berpengalaman Menangani Kasus Korupsi Besar
Agustina dikenal sebagai birokrat karier yang tumbuh dari internal BPKP.
Ia mengawali karier sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting.
Kariernya terus menanjak hingga menjabat Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017, Direktur Investigasi III pada 2019, dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada periode 2020–2025.
Dalam kapasitas tersebut, Agustina kerap terlibat dalam proses audit investigatif dan penghitungan kerugian negara pada berbagai perkara korupsi besar.
Namanya sempat menjadi perhatian publik saat ikut menyampaikan hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah kepada Kejaksaan Agung pada 2024.
Aktif Dorong Integritas dan Transparansi
Sepanjang 2025, Agustina juga aktif melakukan penguatan organisasi di lingkungan BPKP.
Ia beberapa kali memimpin pelantikan pejabat dan menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta penguatan budaya pengawasan dalam birokrasi.
Selain itu, Agustina dikenal sebagai sosok yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengawasi proyek-proyek strategis nasional.
Dalam berbagai forum nasional maupun internasional, ia kerap menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan program pemerintah.
Tantangan Besar Menanti di BGN
Dengan jabatan barunya sebagai Wakil Kepala BGN, Agustina akan menghadapi tantangan besar dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Pengalaman panjangnya di bidang audit, investigasi, pengawasan keuangan negara, hingga manajemen risiko dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat sistem pengawasan internal BGN dan menjaga kepercayaan publik terhadap program prioritas pemerintah tersebut.












