Topikseru.com, Medan – Nama Ginka Febriyanti Ginting mendadak menjadi perbincangan publik setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.
Penunjukan Perempuan berusia 28 tahun alumni Universitas Esa Unggul itu menarik perhatian karena Ginka tercatat masih berusia 28 tahun pada 2026 dan pernah dituding menjadi koordinator demo bayaran.
Sorotan publik di media sosial tidak hanya tertuju pada posisinya di salah satu perusahaan strategis dalam ekosistem Pertamina, tetapi juga pada latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, hingga kedekatannya dengan kelompok relawan politik.
Polemik demo bayaran yang melibatkan Ginka merujuk pada pengakuannya sebagai Koordinator Nasional relawan BISON, di mana ia memerintahkan pengerahan 70 massa untuk sebuah aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025.
Penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail memicu perhatian publik. Selain baru berusia sangat muda, rekam jejaknya di organisasi dan relawan politik kembali menjadi sorotan.
Ginka Febriyanti Ginting diketahui pernah menjadi Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison), organisasi relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Bison merupakan wadah relawan yang didominasi anak muda dan diklaim memiliki jaringan di 18 wilayah Indonesia. Sebagai koordinator, Ginka Febriyanti Ginting aktif menghadiri berbagai agenda kampanye dan konsolidasi menjelang pemungutan suara.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian berlangsung di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat memimpin apel akbar pemenangan, Ginka Febriyanti Ginting menyampaikan target kemenangan penuh bagi pasangan Prabowo-Gibran di Kota Bekasi.
“Kami tentunya tetap berikhtiar untuk tetap meraih suara sebanyak banyaknya kalau bisa wilayah bekasi kota kita menangkan 100 persen untuk pak Prabowo dan mas Gibran,” kata Ginka Febriyanti Ginting saat itu.
Ribuan relawan menghadiri kegiatan tersebut. Selain mengikuti apel, peserta juga melakukan long march di sekitar kawasan alun-alun sebelum mendengarkan orasi dari Ginka Febriyanti Ginting dan sejumlah tokoh pendukung lainnya. Panitia turut membagikan kaus serta voucher makanan dan minuman yang dapat ditukarkan di lapak pedagang sekitar Alun-Alun M. Hasibuan.
Profil Ginka Febriyanti Ginting
Ginka Febriyanti Ginting lahir di Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Akuntansi dan S-2 Manajemen di Universitas Esa Unggul.
Dalam profil resminya di laman PT Pertamina Retail, Ginka Febriyanti Ginting disebut sebagai figur muda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan sosial serta memiliki perhatian terhadap tata kelola, kepemimpinan, dan pengembangan organisasi.
Namun, nama Ginka Febriyanti Ginting juga pernah muncul dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) terkait demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025.
Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyebut hasil penelusuran KPF menemukan adanya pengakuan mengenai mobilisasi massa bayaran yang dikaitkan dengan organisasi Bison. “Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison,” kata Isnur dalam rilis laporan KPF pada 18 Februari 2026.










