BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Dibuka Melemah 0,04% Berada di Level Rp16.634 Per Dolar AS

×

Rupiah Spot Dibuka Melemah 0,04% Berada di Level Rp16.634 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah di spot melemah 0,02% secara harian ke Rp 16.628 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin tutup di level yang sama di Rp 16.632 per dolar AS

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp 16.634 per dolar Amerika Serikat (AS).
  • Rupiah melemah 0,04% dibandingkan Harga penutupan kemarin, Rabu (3/13) yang ditutup di level Rp 16.628 per dolar AS.
  • Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai, BI masih memiliki ruang melanjutkan pelonggara…

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (4/12/2025) rupiah spot dibuka melemah 0,04% melanjutkan pelemahan pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp 16.634 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah melemah 0,04% dibandingkan Harga penutupan kemarin, Rabu (3/13) yang ditutup di level Rp 16.628 per dolar AS.

Kemarin, rupiah di spot melemah 0,02% secara harian ke Rp 16.628 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin tutup di level yang sama di Rp 16.632 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah terpantau datar seharian terhadap dolar AS. “Indeks dolar AS sendiri terpantau masih tertekan,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (3/12).

Ia memproyeksi, rupiah Kamis (4/12) menguat terbatas di rentang Rp 16.550–Rp 16.700 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu yang mempengaruhi pergerakan rupiah terkait pemangkasan suku bunga BI.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menilai, BI masih memiliki ruang melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga kebijakan hingga 50 basis poin.

“OECD mencatat penurunan suku bunga sejak Agustus 2024 membawa BI rate turun dari 6,25% menjadi 4,75%,” ujar Ibrahim, Rabu (3/12)

Ia memperkirakan, rupiah pada hari ini fluktuatif, tapi melemah di Rp 16.620–Rp 16.640.

Analis Pasar: Penguatan Rupiah Berpotensi Terbatas Dipicu Dolar Tertekan Kebijakan The Fed

Pada perdagangan Rabu (3/12/2025) Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah seiring ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah Tipis 0,03% Dibuka di Level Rp16.706 Per Dolar AS

Berdasarkan data yang dilansir oleh Trading Economics, Rabu (3/12/2025) pukul 18.37 WIB, indeks dolar (DXY) tercatat turun 0,37% ke level 99,988 secara harian, dan sudah melemah 1,23% dalam sebulan terakhir.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan dolar AS masih akan berlanjut, namun ruang pelemahannya yang lebih besar kemungkinan terjadi tahun depan.

“Saat ini masih tertekan, namun pelemahan lebih lanjut yang lebih besar mungkin akan terjadi tahun depan, ketika The Fed mulai diisi oleh orang-orang dekat Trump,” ujarnya.

Menurutnya, pelemahan dolar tidak otomatis mengangkat rupiah signifikan. Sebab, Bank Indonesia (BI) cenderung menjaga stabilitas ketimbang membiarkan volatilitas dari penguatan maupun pelemahan besar.

Lukman juga memperkirakan BI akan memanfaatkan momentum pelemahan dolar untuk memangkas suku bunga sejalan dengan kebijakan longgar pemerintah.

Untuk ke depan, ia melihat pergerakan rupiah akan dipengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed dan BI.

Yang banyak ditentukan oleh rilis data ekonomi utama seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tenaga kerja.

Selain itu, tensi geopolitik terutama di kawasan Asia yang melibatkan China, AS, dan sekutu juga menjadi faktor penting.

Sentimen sektor keuangan global pun berpotensi mempengaruhi nilai tukar. Lukman menyoroti volatilitas pasar ekuitas yang meningkat akibat kekhawatiran koreksi teknologi.

“Sentimen di pasar ekuitas juga masih penuh ketidakpastian oleh kekhawatiran pecahnya gelembung AI,” ujarnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, ia memperkirakan rupiah pada kuartal I-2026 akan bergerak dalam rentang Rp16.400–Rp16.800 per dolar AS.