- Guru honorer Kupang Barat, NTT, Agusthinus Nitbani hanya menerima gaji Rp223 ribu setelah efisiensi anggaran
- Demi menghidupi istri dan dua anaknya, ia harus berkebun untuk menambah penghasilan karena gaji Rp600 ribu yang dibayar enam bulan sekali pun tak mencukupi kebutuhan keluarga
- Perjuangannya yang setiap hari nebeng truk ke sekolah memicu gelombang simpati warganet dan kembali menyoroti kesejahteraan guru honorer di daerah
Topikseru.com – Media sosial tengah diramaikan kisah seorang guru honorer di Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hanya menerima gaji Rp223.000.
Guru tersebut bernama Agusthinus Nitbani, pengajar di SD Negeri Batu Esa, Kupang Barat. Kisahnya viral setelah diunggah akun Instagram @withsulii dan telah ditonton lebih dari 9 juta kali.
Jumlah Rp223 ribu itu merupakan nominal yang diterimanya setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran. Sebelumnya, ia mengaku menerima sekitar Rp600 ribu.
Namun, gaji Rp600 ribu tersebut pun baru dibayarkan setiap enam bulan sekali.
Gaji Tak Cukup, Guru Honorer Ini Berkebun demi Hidupi Keluarga
Dengan penghasilan yang terbatas, Agusthinus terpaksa berkebun untuk menambah pemasukan.
“Berkebun karena untuk kebutuhan hidup ini, gaji tidak mencukupi,” ujarnya dalam video yang diunggah Jumat, 27 Februari 2026.
Ia harus menghidupi seorang istri dan dua anak. Bahkan saat menerima Rp600 ribu, nominal tersebut masih belum cukup untuk kebutuhan keluarga.
“Ada keluarga juga, jadi Rp600.000 itu juga untuk kebutuhan keluarga tidak cukup. Sedangkan gaji Rp600.000 itu 6 bulan baru dikasih,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap memilih bertahan sebagai guru.
“Kita sudah mengabdi, walaupun gaji begitu, kita menerima,” katanya.
Setiap Hari Nebeng Truk ke Sekolah
Perjuangan guru honorer Kupang Barat ini tak berhenti pada persoalan gaji.
Untuk berangkat mengajar, Agusthinus harus menumpang truk yang melintas di jalan menuju sekolah.
“Masuknya jam setengah 7 pagi. Numpang truk, lalu keluar nunggu truk lagi di depan numpang ke Batu Esa,” tuturnya.
Unggahan tersebut menuai gelombang simpati warganet. Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 9 juta kali dan dibanjiri lebih dari 28 ribu komentar.
Banyak netizen menyampaikan doa dan dukungan untuk Agusthinus.
“Ya Allah sedih banget lihatnya, semangat Bapak Guru!” tulis salah satu akun.
“Kesehatannya dijaga, semoga berkah selalu untuk keluarga,” komentar lainnya.
Kisah ini kembali menyoroti realitas kesejahteraan guru honorer di daerah yang masih jauh dari kata layak.













