Internasional

Konflik Timur Tengah Memanas, Iran Sebut Gencatan Senjata Belum Bisa Dipastikan

×

Konflik Timur Tengah Memanas, Iran Sebut Gencatan Senjata Belum Bisa Dipastikan

Sebarkan artikel ini
konflik Timur Tengah terbaru
Orang-orang menghadiri prosesi pemakaman sejumlah komandan militer tinggi Iran yang tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara itu di Teheran, Iran, pada 11 Maret 2026

Topikseru.com, Teheran – Ketegangan di kawasan Timur Tengah masih jauh dari mereda. Seorang sumber politik dari Iran mengatakan belum dapat dipastikan kapan konflik bersenjata di kawasan tersebut akan berakhir.

Dalam keterangan yang dikutip oleh media Rusia RIA Novosti, sumber tersebut menyatakan waktu pasti untuk gencatan senjata masih sulit diprediksi karena dinamika konflik yang terus berkembang.

“Tidak mungkin menyebut hari atau jam pasti gencatan senjata. Hal itu baru akan terlihat ketika pihak lawan menyadari biaya konflik ini sangat besar,” ujar sumber tersebut.

Dia menambahkan bahwa bukan hanya waktu berakhirnya konflik yang penting, tetapi juga bagaimana proses perang tersebut diselesaikan.

“Jalannya permusuhan dan cara berakhirnya akan menjadi faktor penentu bagi masa depan,” katanya.

Iran Ajukan Syarat Pengakhiran Konflik

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik di kawasan adalah dengan mengakui hak-hak sah Teheran.

Selain itu, Iran juga menuntut pembayaran ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan serta jaminan internasional agar serangan serupa tidak terulang di masa depan.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras pemerintah Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.

Serangan Militer Picu Eskalasi

Konflik memanas setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Tehran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas serta menyebabkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Baca Juga  Konflik Timur Tengah Picu Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Pastikan Harga BBM Pertalite Tetap Stabil

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Washington dan Tel Aviv sebelumnya menyebut operasi militer itu sebagai langkah “preemptive” untuk menghadapi dugaan ancaman dari program nuklir Iran.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Dunia Internasional Soroti Konflik

Ketegangan semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang serius.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengkritik keras operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, serta menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan secepat mungkin.

Dampak pada Stabilitas Global

Konflik yang melibatkan sejumlah kekuatan besar di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas keamanan kawasan serta dampaknya terhadap ekonomi global.

Para analis menilai eskalasi militer berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional, pasokan energi, serta memperburuk ketegangan geopolitik di tingkat global.

Situasi tersebut membuat komunitas internasional terus mendorong langkah diplomasi guna mencegah konflik meluas menjadi krisis regional yang lebih besar.