Topikseru.com, Jakarta – Kabar terbaru datang dari Jawa Timur terkait kasus dugaan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial.
Di mana rekaman tersebut memperlihatkan seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun diduga dibanting oleh guru ngajinya di wilayah Probolinggo, Jawa Timur.
Seorang bocah yang diketahui berinisial MFR itu disebut mengalami perlakuan kasar setelah tanpa sengaja menggores mobil milik seorang kiai yang mengelola musala tempatnya belajar mengaji.
Kejadian Berawal Saat Mengeluarkan Sepeda
Informasi awal yang dihimpun aparat menyebut insiden bermula ketika MFR hendak mengambil sepeda yang diparkir di sekitar area musala.
Dalam proses tersebut, sepeda yang ditarik anak itu tidak sengaja menyenggol kendaraan milik kiai hingga menimbulkan goresan.
Kasat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota AKP Rini Ifo Nila Krisna menjelaskan peristiwa itu pertama kali diketahui setelah korban memberikan keterangan kepada pihak keluarga.
“Dari keterangan awal korban, kejadian bermula saat korban mengeluarkan sepeda dan tidak sengaja menggores kendaraan milik kiai pemilik musala tempat mengaji,” ujar Rini dalam penjelasan yang disampaikan kepada awak media.
Guru Ngaji Emosi dan Diduga Melakukan Kekerasan
Setelah mengetahui mobil tersebut tergores, guru ngaji yang mengajar di tempat itu disebut langsung terpancing emosi.
Berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian dari orang tua korban, pelaku diduga membanting MFR ke lantai berulang kali.
Peristiwa tersebut kemudian diketahui keluarga setelah korban pulang dan menceritakan apa yang dialaminya. MFR juga memperlihatkan video yang memperlihatkan dirinya dibanting oleh pelaku.
Ibu korban yang melihat rekaman tersebut sempat mendatangi pelaku untuk mempertanyakan tindakan yang dilakukan terhadap anaknya.
Keluarga Korban Pilih Melapor ke Polisi
Ayah korban, Sulaiman, menilai cara mendidik anak tidak seharusnya dilakukan dengan kekerasan seperti yang terlihat dalam video.
“Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat untuk tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah,” kata Sulaiman.
Laporan tersebut kini ditangani oleh Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota yang tengah mengumpulkan berbagai keterangan saksi serta bukti tambahan.
Penyelidikan Masih Berjalan
Kepolisian memastikan proses penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan anak ini masih berlangsung.
“Ini merupakan dugaan penganiayaan terhadap anak yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota. Prosesnya masih berjalan dan akan terus kami dalami,” ujar AKP Rini.
Penyidik juga masih memeriksa sejumlah pihak untuk memastikan kronologi kejadian serta menentukan langkah hukum selanjutnya.













