Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) terus memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini ditegaskan dalam momentum Hari Transportasi Nasional 2026.
Perusahaan pelat merah tersebut menyoroti pentingnya konektivitas antarmoda sebagai solusi transportasi masa depan, terutama di wilayah perkotaan dan antarwilayah di Sumatera Utara.
Integrasi Transportasi Jadi Kebutuhan Utama
Plt Manager Humas KAI Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa integrasi transportasi kini bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Integrasi transportasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah moda secara efisien dalam satu titik,” ujar Anwar, Jumat (24/4/2026).
Salah satu contoh implementasi nyata terlihat di Stasiun Bandar Khalipah yang telah berkembang menjadi simpul transportasi strategis. Stasiun ini menghubungkan berbagai moda, mulai dari kereta api antarkota, KA Bandara Kualanamu, hingga layanan Bus Rapid Transit (BRT).
Lonjakan Penumpang Signifikan
Efektivitas integrasi tersebut tercermin dari peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Sepanjang 2025, Stasiun Bandar Khalipah melayani 98.322 pelanggan, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Tren pertumbuhan penumpang juga menunjukkan peningkatan konsisten:
2021: 21.145 penumpang
2022: 32.676 penumpang
2023: 69.850 penumpang
2024: 88.013 penumpang
2025: 98.322 penumpang
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa integrasi transportasi berdampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat.
Dorong Ekonomi dan Pariwisata
Selain di Bandar Khalipah, konsep serupa juga diterapkan di Stasiun Pematangsiantar. Stasiun ini terhubung dengan transportasi lanjutan menuju kawasan wisata unggulan seperti Parapat dan Pulau Samosir.
Konektivitas tersebut dinilai mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kemudahan akses transportasi akan meningkatkan pergerakan orang dan barang, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi,” tambah Anwar.
Transportasi Ramah Lingkungan
Sejalan dengan tema Hari Transportasi Nasional 2026, yakni “Smart Mobility, Konektivitas Terintegrasi, dan Transportasi Ramah Lingkungan”, KAI juga menekankan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi rendah emisi.
Kereta api dinilai lebih efisien dari sisi energi serta mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sehingga menjadi solusi mobilitas berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan seperti kereta api,” tutup Anwar.













