Topikseru.com, Medan – Pemerintah Kota Medan memperkuat strategi optimalisasi penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran sebagai langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dinilai krusial mengingat potensi penerimaan yang masih belum tergarap maksimal.
Wakil Wali Kota Medan, Zakyuddin, menegaskan bahwa sektor pajak hotel dan restoran memiliki kontribusi signifikan terhadap kas daerah, namun realisasinya belum optimal.
“Potensi besar itu ada, tetapi belum sepenuhnya tergarap. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Zakyuddin di Medan, Sabtu (25/4/2026).
Fokus Perbaikan Sistem dan Pengawasan
Pemkot Medan kini menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan pajak, termasuk peningkatan pengawasan serta pembenahan mekanisme pembayaran.
Menurut Zakyuddin, langkah ini penting untuk memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus menutup potensi kebocoran penerimaan.
“Kami membutuhkan sistem yang lebih rapi, terukur, dan mampu mendeteksi kendala di lapangan agar seluruh potensi pajak bisa dikonversi menjadi pendapatan riil daerah,” jelasnya.
Gandeng Bank Sumut, Perkuat Sinergi
Dalam upaya mempercepat optimalisasi, Pemkot Medan menggandeng Bank Sumut untuk memperkuat sinergi lintas instansi.
Pertemuan antara kedua pihak difokuskan pada pengembangan sistem pemungutan pajak yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut.
“Kami siap mendukung dengan sistem transaksi yang transparan, terintegrasi, dan akuntabel guna meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah,” kata Heru.
Strategi Dongkrak PAD Berkelanjutan
Pemkot Medan menilai sinergi dengan sektor perbankan akan menjadi kunci dalam memperkuat basis pendapatan daerah. Ke depan, kerja sama konkret akan terus dijajaki untuk memastikan sistem perpajakan berjalan lebih efisien.
Zakyuddin menambahkan, optimalisasi pajak hotel dan restoran diharapkan mampu mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak langsung terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin membedah potensi yang belum tergarap agar kontribusi sektor ini semakin maksimal,” ujarnya.













