Sumut

Penumpang Selamat Kecelakaan Maut Bus Halmahera Ungkap Firasat Buruk Sebelum Peristiwa di Tol Kualanamu

×

Penumpang Selamat Kecelakaan Maut Bus Halmahera Ungkap Firasat Buruk Sebelum Peristiwa di Tol Kualanamu

Sebarkan artikel ini
kecelakaan Maut Bus Halmahera
Julinar Dalimunthe, salah seorang penumpang bus Halmahera yang selamat dari kecelakaan maut di Tol JMKT. Foto: Topikseru.com/Ameq

Topikseru.com, Serdang Bedagai – Kecelakaan maut Bus Halmahera di ruas Tol Jasamarga Kuala Namu Tol (JMKT), Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, masih menyisakan duka mendalam. Insiden tragis yang melibatkan bus penumpang dan mobil pikap itu menyebabkan empat orang meninggal dunia serta belasan korban lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah suasana duka tersebut, salah seorang penumpang selamat bernama Julinar Munthe mengaku sempat memiliki firasat buruk sebelum keberangkatan bus.

Penumpang Selamat Akui Sempat Punya Firasat Buruk

Julinar Munthe, warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, mengungkapkan suaminya sempat khawatir sebelum dirinya berangkat menggunakan Bus Halmahera.

“Ada sih firasat buruk. Suami bilang ada kecelakaan bus di daerah Toba kemarin. Takut juga kalau Umi berangkat. Saya bilang tidak apa-apa, enggak tahunya kejadian seperti ini,” ujar Julinar saat ditemui di RS Grandmed Lubukpakam, Senin (11/5/2026).

Julinar mengatakan saat kecelakaan terjadi dirinya tengah berbaring di dalam bus, namun tidak tertidur lelap.

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana tabrakan berlangsung karena kondisi berlangsung begitu cepat.

“Detik-detik kejadian tidak tahu persis, tahu-tahu bus sudah terguling masuk jurang,” katanya.

Selamat Berkat Evakuasi Petugas

Meski mengalami trauma, Julinar bersyukur masih diberikan keselamatan dalam insiden maut tersebut. Ia menyebut petugas Dinas Perhubungan yang berada di lokasi kejadian menjadi sosok pertama yang mengevakuasinya keluar dari bus.

“Kondisi masih sadar, tapi sudah tidak berdaya. Petugas Dishub langsung membantu mengeluarkan saya dari dalam bus,” ucapnya.

Menurut Julinar, dirinya saat itu sedang dalam perjalanan untuk mengikuti ujian Koperasi Desa Merah Putih.

“Saya dari Labuhanbatu. Rencananya sore ini ujian manajer Kopdes Merah Putih, tapi batal karena kecelakaan ini,” ungkapnya.

Korban Berharap Sopir Utamakan Keselamatan

Pasca-kejadian, Julinar berharap para pengemudi bus lebih mengutamakan keselamatan penumpang dibanding mengejar target perjalanan.

“Kami berharap pengemudi lebih berhati-hati di jalan. Keselamatan penumpang itu paling utama,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Grandmed Lubukpakam memastikan beberapa korban luka masih menjalani perawatan medis.

Humas RS Grandmed Lubukpakam, Emra Sofian Sinaga, mengatakan terdapat empat korban yang sempat dirujuk ke rumah sakit tersebut.

“Tiga orang masih dirawat di sini, kondisinya luka ringan. Penanganan kami arahkan ke dokter neurologi dan dokter tulang,” jelas Sofian.

Kronologi Singkat Kecelakaan Bus Halmahera di Tol JMKT

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut bus Halmahera terjadi di KM 63 Tol JMKT, Desa Sei Sejenggi, Kecamatan Perbaungan, Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Mobil pikap bermuatan ayam potong diduga mengalami patah as roda belakang hingga terguling melintang di jalan tol. Dari arah belakang, Bus Halmahera yang membawa belasan penumpang tidak sempat menghindar hingga menabrak pikap dan keluar jalur tol.

Empat penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *