Topikseru.com, Tapanuli Selatan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Batangtoru, Sumatera Utara.
Korban diketahui bernama Yasine Gulo (43), warga Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idham Halid Pulungan, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB tidak jauh dari titik longsor.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi longsor dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan,” ujar Idham.
Anak Korban Masih Dalam Pencarian
Sebelumnya, Yasine Gulo dilaporkan hilang bersama anaknya, Sariman Gulo (22), setelah material longsor menimbun kawasan permukiman warga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (18/5/2026).
Usai ditemukan, jenazah Yasine langsung dibawa ke Puskesmas Batangtoru sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Sariman Gulo masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
“Korban lainnya masih dalam pencarian,” kata Idham.
Hujan Deras Picu Longsor
Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro sebelumnya menyebutkan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Tapanuli Selatan dalam durasi cukup lama.
Akibatnya, material tanah dan bebatuan longsor menimpa area permukiman warga di Lingkungan II Kelurahan Wek I.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian sejak laporan korban hilang diterima.
Evakuasi Korban Longsor Batangtoru Terkendala Cuaca
Petugas mengaku proses pencarian korban masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Hujan yang masih turun membuat kondisi jalan menjadi licin dan rawan longsor susulan.
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim juga menurunkan alat berat dan lampu penerangan malam hari di lokasi bencana.
Pihak BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi.












