Sumut

Tim SAR Gabungan Temukan Sariman Gulo, Korban Longsor di Batangtoru

×

Tim SAR Gabungan Temukan Sariman Gulo, Korban Longsor di Batangtoru

Sebarkan artikel ini

Korban Longsor Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal Dunia

SAR
Korban kedua tanah longsor yang terjadi di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, atas nama Sariman Gulo berhasil ditemukan pada Rabu pagi, 20 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia tertimbun material longsor.(Foto: Topikseru.com/ Humas SAR Medan)

Topikseru.com, Tapanuli Selatan – Operasi pencarian terhadap korban bencana tanah longsor yang terjadi di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan, berhasil menemukan korban kedua  dalam keadaan meninggal dunia.

Korban kedua atas nama Sariman Gulo berhasil ditemukan pada Rabu pagi, 20 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia tertimbun material longsor.

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026. Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Batangtoru sejak sore hari menyebabkan terjadinya longsor sekitar pukul 19.00 WIB dan menimbun area permukiman warga. Akibat kejadian tersebut, dua orang warga dilaporkan tertimbun material longsor.

Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan dari Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar M. Siboro, pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 10.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Danau Toba dan POS SAR Sibolga segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menjelaskan korban pertama atas nama Yasine Gulo (43), perempuan. Ditemukan pada Selasa pagi dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Tapanuli Selatan.

“Korban pertama berhasil ditemukan pada Selasa pagi pada pukul 09.40 WIB setelah Tim SAR Gabungan melakukan assessment dan penyisiran di area longsoran. Menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat di lokasi terdampak,” ujar Hery Marantika.

Setelah penemuan korban pertama, operasi SAR dilanjutkan untuk mencari satu korban lainnya atas nama Sariman Gulo (25). Tim SAR Gabungan kemudian memperluas area pencarian di sekitar material longsor dengan metode pencarian teknis yang disesuaikan dengan kondisi medan.

“Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim melakukan pencarian terpadu dengan teknik pencarian manual, penggalian material longsor secara bertahap menggunakan alat berat. Disertai penyisiran pada titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi masyarakat dan analisa tim di lapangan. Area longsoran yang cukup luas serta kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan tersendiri selama proses pencarian berlangsung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pencarian dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami longsor susulan akibat tingginya tingkat kelembapan tanah pasca hujan deras.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika korban kedua atas nama Sariman Gulo berhasil ditemukan pada Rabu pagi, 20 Mei 2026 sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia tertimbun material longsor.

“Pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB, korban kedua berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di area longsoran setelah tim melakukan penggalian dan penyisiran lanjutan pada sektor prioritas pencarian. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” ungkap Hery Marantika.

Lebih lanjut, Hery Marantika menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat selama proses operasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama operasi pencarian, baik dari Pos SAR Danau Toba, Pos SAR Sibolga, BPBD Tapanuli Selatan, TNI-Polri, PT AR Martabe, Damkar, pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat. Sinergi dan kerja sama seluruh unsur sangat membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tambahnya.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Pos SAR Danau Toba, Pos SAR Sibolga, BPBD Tapanuli Selatan, Polsek Batangtoru, Koramil Batangtoru, PT AR Martabe, Damkar Tapanuli Selatan, pemerintah daerah setempat, serta masyarakat.

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan juga didukung berbagai peralatan di antaranya kendaraan rescue double cabin, peralatan mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, genset, alkon, cangkul, alat manual evakuasi, serta kantong jenazah.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR bencana tanah longsor di Kecamatan Batangtoru resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *