Topikseru.com, Medan – Di atas lapangan, para pemain muda Asia Tenggara sedang berjuang mengejar mimpi. Namun di luar lapangan, ASEAN Boys Championship 2026 atau Piala AFF U-19 justru terjadi polemik yang tak kalah menyita perhatian.
Persoalan itu bermula dari munculnya kabar bahwa sejumlah peserta mengalami kendala akomodasi selama mengikuti turnamen yang berlangsung di Sumatera Utara. Bahkan, salah satu kontingen disebut telah meninggalkan hotel akibat persoalan pembayaran yang belum terselesaikan.
Situasi tersebut memicu saling silang pernyataan antara panitia pelaksana dan Pemerintah Kota Medan terkait siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas biaya akomodasi peserta turnamen sepak bola usia muda terbesar di Asia Tenggara tersebut.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Bank Sumut Jadi Sponsor Utama Piala AFF U-19 2026, Erick Thohir: Investasi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Awal Mula Polemik Akomodasi Peserta AFF U-19
Sekretaris Panitia Pelaksana ASEAN U19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026, Muhammad Fauzi, menjadi pihak pertama yang mengungkap persoalan tersebut ke publik.
Menurut Fauzi, keterlambatan pembayaran hotel telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi sejumlah negara peserta. Ia menyebut Timor Leste dikabarkan sudah meninggalkan hotel tempat mereka menginap di Medan.
Tak hanya itu, kontingen Filipina juga berpotensi menghadapi situasi serupa apabila persoalan pembayaran tidak segera diselesaikan.
“Kami kecewa karena Pemkot Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang datang untuk bertanding justru harus dipusingkan dengan persoalan hotel,” kata Fauzi.
Menurut dia, persoalan tersebut berpotensi mencoreng citra Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional yang berada di bawah naungan ASEAN Football Federation (AFF).
Pemkot Medan: Tidak Pernah Ada Komitmen Bayar Hotel
Tak lama setelah tudingan itu mencuat, Pemerintah Kota Medan memberikan respons.
Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, membantah tegas bahwa Pemkot pernah berjanji menanggung biaya hotel peserta AFF U-19 2026.
Menurut Wiriya, sejak awal pembahasan dengan pihak terkait hanya berfokus pada penyediaan fasilitas olahraga dan dukungan infrastruktur pertandingan.
“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan lainnya bagi peserta AFF. Tidak pernah kami bahas. Yang mereka minta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujarnya.
Wiriya menjelaskan dalam pembahasan tersebut mereka meminta Pemkot Medan membantu mempersiapkan Stadion Teladan, Lapangan Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika sebagai fasilitas pertandingan maupun latihan.
Dia juga menegaskan bahwa permintaan dukungan pembiayaan baru Pemkot Medan terima melalui surat pada 24 Mei 2026 atau hanya beberapa hari sebelum turnamen berlangsung.
Menurut Pemkot Medan, permintaan tersebut sulit terpenuhi karena tidak memiliki dasar hukum maupun alokasi anggaran yang tersedia.
“Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut,” kata Wiriya.
Panitia Tegaskan Ada Kesepakatan dalam Rapat Bersama PSSI
Di tengah bantahan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana ASEAN U19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean, justru menyampaikan pernyataan berbeda.
Pria yang karib dengan nama Moko itu menegaskan bahwa komitmen terkait pembiayaan akomodasi memang pernah mereka bahas dalam rapat bersama PSSI.
“Yang pasti pihak Pemkot Medan lah yang berjanji akan menanggung akomodasi,” kata Moko kepada Topikseru.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2026).
Pernyataan itu mempertegas adanya perbedaan versi antara panitia dan pemerintah daerah mengenai hasil pembahasan sebelum turnamen bergulir.
Meski demikian, Moko memastikan persoalan tersebut tidak akan mengganggu jalannya kompetisi.
Semua Peserta Tetap Mendapat Hotel
Di tengah polemik yang berkembang, panitia memastikan seluruh kontingen dari 10 negara peserta tetap mendapatkan fasilitas hotel dan akomodasi yang layak.
“Kita pastikan semua tamu luar negeri aman hotel dan akomodasinya,” tegas Moko.
Jaminan tersebut menjadi penting mengingat ASEAN Boys Championship merupakan salah satu ajang pembinaan pemain muda paling prestisius di kawasan Asia Tenggara.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi sepak bola kelompok umur. Dari ajang inilah banyak talenta muda regional memulai perjalanan menuju level profesional dan tim nasional senior.
Menunggu Kejelasan di Tengah Sorotan Publik
Polemik hotel peserta AFF U-19 2026 kini berkembang menjadi perdebatan mengenai koordinasi, komunikasi, dan tanggung jawab antar pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event internasional.
Di satu sisi, panitia menilai ada komitmen yang belum terpenuhi. Di sisi lain, Pemkot Medan menegaskan tidak pernah menjanjikan pembiayaan akomodasi dan hanya bertugas mendukung fasilitas stadion serta lapangan.
Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai duduk perkara sebenarnya.
Yang jelas, di tengah perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara yang tertuju ke Sumatera Utara, seluruh pihak berharap mampu menyelesaikan persoalan ini tanpa mengganggu fokus para pemain muda yang sedang berjuang membawa nama negaranya masing-masing.












