Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot  Melorot 1,4% Bersandar di Level US$ 4.203,20 per Ons Troi

×

Harga Emas Spot  Melorot 1,4% Bersandar di Level US$ 4.203,20 per Ons Troi

Sebarkan artikel ini
Harga Emas
harga emas spot kembali tertekan dan turun lebih dari 1% seiring kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (10/6/2026) Harga Emas spot kembali tertekan dan turun lebih dari 1% seiring kenaikan Harga Minyak akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi yang lebih tinggi dan peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot  turun 1,4% menjadi US$ 4.203,20 per ons troi pada pukul 00.50 GMT.

Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026 pada perdagangan Selasa (9/6).

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,4% ke level US$ 4.227 per ons troi.

Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS. Menguatnya mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga mengurangi daya tarik permintaan.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh langkah militer AS yang melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa (9/6), setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache milik AS di Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut memunculkan kembali keraguan terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara dan meningkatkan risiko terganggunya gencatan senjata yang sebelumnya telah tercapai.

Di saat yang sama, harga minyak dunia naik sekitar 1%, memperkuat kekhawatiran pasar bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama dan memaksa The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.

Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data inflasi penting AS pekan ini, termasuk data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Mei yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat serta data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Kamis (11/6).

Selain itu, pasar emas juga menghadapi tantangan dari India. Kenaikan tajam tarif impor emas di negara tersebut mendorong kembali maraknya aktivitas penyelundupan.

Volume penyelundupan emas diperkirakan dapat melampaui 100 metrik ton pada tahun ini karena tingginya keuntungan di pasar gelap. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,4% menjadi US$ 64,48 per ons troi.

Harga platinum melemah 1,5% ke level US$ 1.700,38 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,8% menjadi US$ 1.212,67 per ons troi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *