Topikseru.com – Prajurit TNI berhasil mengevakuasi jenazah Kapten Pilot Nicholas F Goselin, warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban serangan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pilot pesawat jenis Pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY milik PT AMA itu sebelumnya dilaporkan tewas saat pesawat yang dikemudikannya mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kamis (2/7/2026).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan proses evakuasi jenazah berhasil dilakukan pada Jumat pagi menggunakan helikopter TNI.
“Jenazah berhasil dievakuasi oleh pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III pada Jumat pukul 08.00 WIT dan saat ini sedang dilakukan pemulasaraan di Rumah Sakit TNI AD Timika,” kata Lucky dalam keterangannya di Timika, Jumat (3/7/2026).
TNI Pastikan Situasi Lokasi Sudah Kondusif
Lucky menjelaskan proses evakuasi dilakukan setelah personel Satgas TNI berhasil mengamankan area sekitar lokasi kejadian dan memastikan situasi di permukiman warga kembali kondusif.
Menurut dia, keberhasilan proses evakuasi juga tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat, termasuk tokoh adat dan tokoh agama di wilayah tersebut.
TNI juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang membantu mengamankan tujuh penumpang pesawat yang selamat dalam insiden tersebut.
Ketujuh penumpang itu diketahui bernama Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso.
“Terima kasih kepada masyarakat dan tokoh adat yang turut membantu proses evakuasi serta pengamanan penumpang pesawat,” ujar Lucky.
TNI Soroti Aksi Kekerasan Kelompok Bersenjata
Lucky menilai tindakan penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak merupakan aksi di luar batas kemanusiaan.
Dia menyebut aksi kekerasan tersebut justru menjadi hambatan bagi pembangunan dan stabilitas keamanan di Papua.
Menurut Lucky, dukungan masyarakat Papua terhadap aparat keamanan menjadi sinyal kuat bahwa kelompok separatis bersenjata semakin kehilangan ruang gerak.
“Kami mengingatkan seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kekerasan, meletakkan senjata, dan kembali ke pangkuan NKRI,” katanya.
TNI Tegaskan Akan Bertindak Tegas
Panglima Kogabwilhan III menegaskan TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok bersenjata apabila situasi mengancam keselamatan masyarakat.
Namun demikian, tindakan yang dilakukan tetap mengacu pada aturan hukum dan prinsip hak asasi manusia.
Lucky menegaskan keamanan wilayah Papua menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah timur Indonesia.
“Papua tidak dibangun dengan teror dan kekerasan, melainkan dengan semangat persatuan, gotong royong, dan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.












