/* ===================== ===================== */Harga Emas Antam Turun Rp 16.000 Hari Ini, Sentuh Rp 2,809 Juta per Gram
Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Antam Turun Rp 16.000 Hari Ini, Sentuh Rp 2,809 Juta per Gram

×

Harga Emas Antam Turun Rp 16.000 Hari Ini, Sentuh Rp 2,809 Juta per Gram

Sebarkan artikel ini
harga emas Antam hari ini
Harga emas Antam hari ini turun Rp 16.000 menjadi Rp 2.809.000 per gram

Topikseru.com, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Senin (27/4/2026). Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas turun Rp 16.000 menjadi Rp 2.809.000 per gram.

Penurunan ini juga diikuti harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.620.000 per gram. Pergerakan harga emas tersebut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.

Harga Emas Antam Terbaru (27 April 2026)

Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan:

  • 0,5 gram: Rp 1.454.500
  • 1 gram: Rp 2.809.000
  • 2 gram: Rp 5.558.000
  • 3 gram: Rp 8.312.000
  • 5 gram: Rp 13.820.000
  • 10 gram: Rp 27.585.000
  • 25 gram: Rp 68.837.000
  • 50 gram: Rp 137.595.000
  • 100 gram: Rp 275.112.000
  • 250 gram: Rp 687.515.000
  • 500 gram: Rp 1.374.820.000
  • 1.000 gram: Rp 2.749.600.000
Baca Juga  Harga Emas Antam Melonjak Rp165.000 Dibanderol Rp3.168.000 Per Gram

Pajak dan Ketentuan Transaksi Emas

Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi emas batangan dikenakan pajak:

Pembelian emas:

  • 0,45% untuk pemilik NPWP
  • 0,9% untuk non-NPWP

Penjualan kembali (buyback) di atas Rp 10 juta:

  • 1,5% untuk NPWP
  • 3% untuk non-NPWP

Pajak penghasilan (PPh 22) tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Sentimen Global Tekan Harga Emas

Penurunan harga emas Antam sejalan dengan dinamika pasar global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral dunia serta pergerakan dolar AS. Investor cenderung menahan aksi beli sambil menunggu kepastian arah ekonomi global.

Harga emas sendiri dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), namun tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter dan inflasi global.