Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (30/4/2026) harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan di pasar spot.
Berdasarkan data yang dilansir dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.769.000 per gram.
Harga emas Antam itu turun Rp 15.000 dibandingkan harga pada Rabu (29/4/2026) yang ada di Rp 2.784.000.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.554.000 per gram.
Harga tersebut turun Rp 24.000 dibandingkan dengan harga buyback pada Rabu(29/4/2026) yang ada di level Rp 2.573.000.
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Kamis (30/4/2026) dan belum termasuk pajak:
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.434.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.769.000
Harga emas 5 gram: Rp 13.660.000
Harga emas 10 gram: Rp 27.240.000
Harga emas 25 gram: Rp 67.935.000
Harga emas 50 gram: Rp 135.705.000
Harga emas 100 gram: Rp 271.260.000
Harga emas 250 gram: Rp 677.840.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.355.400.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.709.600.000
Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).
Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya.
Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan.
Sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.
Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.
Harga Perak Sentuh US$ 72 Per Ons Troi di Perdagangan Kamis (30/4/2026)
Pada perdagangan Kamis (30/4/2026) Harga perak diperdagangkan sekitar US$ 72 per ons troi di pasar spot.
Ini berada di level terendah tiga minggu karena melonjaknya biaya energi memperparah kekhawatiran inflasi
Dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama mungkin perlu menaikkan suku bunga.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (30/4), Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran sampai negara itu menyetujui kesepakatan nuklir.
Sementara Teheran menuduh Trump berupaya memaksa negara itu untuk tunduk melalui tekanan ekonomi dan perpecahan internal.
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan ditutupnya Selat Hormuz mengguncang pasar global.
Mendorong para pedagang untuk mengurangi taruhan pada pemotongan suku bunga tahun ini
Dan malah mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun 2027.
Sementara itu, Federal Reserve AS mempertahankan bunga acuannya, seperti yang diperkirakan secara luas, meskipun empat pejabat berbeda pendapat.
Ini menggarisbawahi meningkatnya perpecahan atas prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian yang berasal dari konflik Iran.












