Ringkasan Berita
- MD alias DB (55), warga Jalan Ir Sumantri, Kabupaten Asahan, ditangkap tim Satresnarkoba Polrestabes Medan usai menje…
- Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/10/2025) pagi, setelah polisi mengembangkan kasus narkoba sebelumnya yang mengar…
- Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan MD dilakukan setelah petugas memastikan keterlibatannya dalam jaring…
Topikseru.com – Siapa sangka, seorang nelayan di Asahan beralih profesi jadi bandar narkoba kelas kakap. MD alias DB (55), warga Jalan Ir Sumantri, Kabupaten Asahan, ditangkap tim Satresnarkoba Polrestabes Medan usai menjemput langsung 8 kilogram sabu dari Malaysia.
Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/10/2025) pagi, setelah polisi mengembangkan kasus narkoba sebelumnya yang mengarah ke sosok MD, sang nelayan yang diam-diam sudah lama menekuni bisnis haram lintas negara ini.
Disergap Usai Jemput Sabu dari Malaysia
Kapolrestabes Medan Kombes Dr. Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan MD dilakukan setelah petugas memastikan keterlibatannya dalam jaringan narkoba internasional.
“8 kilogram sabu ini diperoleh dari DPO berinisial AL, warga Malaysia. MD sendiri yang menjemput langsung narkoba tersebut ke Malaysia, lalu menyimpannya di gudang sebelum diedarkan,” jelas Calvijn, Jumat (17/10/2025).
Lebih lanjut, Calvijn mengungkap bahwa jaringan ini bukan pemain baru di Sumatera Utara.
“Mereka sudah berulang kali menjual dan mengedarkan narkoba di sejumlah wilayah di Sumut. Bahkan sebelumnya, jaringan ini sudah memasok 38 kilogram sabu dan 1.000 butir ekstasi, sebagian besar sudah beredar di pasaran,” tegasnya.
Polisi kini tengah menelusuri aliran uang dari bisnis sabu tersebut dan menyiapkan jerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) bagi para pelaku.
Sempat Melawan, Polisi dan Warga Nyaris Bentrok
Drama penangkapan MD sempat diwarnai ketegangan. Pelaku berusaha kabur dan melawan petugas.
“Personel sempat bergumul dengan tersangka yang berusaha kabur, tapi berhasil kami lumpuhkan. Dari lokasi, kami sita 8 kilogram sabu,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP.
Namun situasi semakin memanas ketika polisi melakukan penggeledahan lanjutan di ruko dan bengkel milik MD. Warga dan keluarga pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba menghalangi proses hukum.
“Kami sempat dikepung warga yang terprovokasi, tapi personel berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan pelaku serta seluruh barang bukti,” tutur Rafli.
Polisi Imbau Warga Berani Lapor
Polrestabes Medan menegaskan komitmennya untuk terus memerangi jaringan narkoba lintas daerah dan lintas negara. Polisi mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif melapor bila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui Call Center 110 atau hotline Satresnarkoba Polrestabes Medan. Identitas pelapor kami jamin aman,” tegas Kompol Rafli.













