Topikseru.com – Penyelidikan kasus kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, resmi naik ke tahap penyidikan.
Wakapolda Polda Sumatera Selatan Rony Samtana mengatakan proses penanganan kini dilakukan lebih mendalam oleh tim penyelidik lalu lintas Polda Sumsel bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korps Lalu Lintas Polri.
“Terkait proses penyelidikan, saat ini penanganan sudah naik ke tahap penyidikan,” ujar Brigjen Polisi Rony dalam konferensi pers di Palembang, Jumat (15/5/2026).
Sopir Diduga Hindari Lubang Jalan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan diduga bermula ketika pengemudi berusaha menghindari lubang di jalan.
“Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan keterangan saksi-saksi, kecelakaan terjadi akibat pengemudi menghindari lubang yang ada di jalan,” katanya.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih terus didalami sebelum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Polisi Dalami Kelaikan dan Izin Operasional Bus
Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait pemeriksaan kelaikan kendaraan serta izin operasional Bus ALS yang mengalami kecelakaan.
Menurut Brigjen Rony, aspek teknis kendaraan menjadi salah satu fokus penting dalam penyidikan.
“Terkait kendaraan, apakah layak atau tidak layak, serta masalah perizinan, nanti akan kita komunikasikan dengan dinas perhubungan,” ujarnya.
Sumber Api Masih Dianalisis Tim TAA
Selain penyebab kecelakaan, polisi juga mendalami munculnya api usai benturan terjadi.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari tangki kendaraan. Namun, titik awal kebakaran masih dianalisis lebih lanjut oleh tim TAA Korps Lalu Lintas Polri.
Analisis tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara ilmiah dan menyeluruh.
Polisi Cocokkan Data Penumpang dan Korban
Dalam proses penyidikan, polisi juga mendalami data manifes penumpang berdasarkan keterangan saksi selamat bernama Fadli.
Dari keterangan sementara, diketahui terdapat dua penumpang naik dari Pati, lima orang dari Semarang, tiga orang dari Tegal, dan tiga orang dari Lampung.
Selain itu, aparat kepolisian masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Tim DVI Gunakan Tes DNA
Proses identifikasi korban dilakukan bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan metode ilmiah, termasuk pemeriksaan DNA dan data pendukung lainnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Polisi juga terus mencocokkan data manifes perjalanan dengan identitas korban di lokasi kejadian.












