Ringkasan Berita
- Bukan sekadar tren sesaat, geliat ini dipicu oleh besarnya minat masyarakat untuk memiliki rumah impian dengan harga …
- "Dari diskusi saya dengan pengembang dan para marketing rumah subsidi, ternyata bisnis perumahan subsidi makin menyal…
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, tak ragu menyebut sektor i…
Topikseru.com – Bisnis perumahan subsidi di Indonesia sedang berada di puncak gairahnya. Bukan sekadar tren sesaat, geliat ini dipicu oleh besarnya minat masyarakat untuk memiliki rumah impian dengan harga terjangkau, yang kini peluang itu terbuka lebar.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, tak ragu menyebut sektor ini sedang “menyala”.
“Dari diskusi saya dengan pengembang dan para marketing rumah subsidi, ternyata bisnis perumahan subsidi makin menyala karena minat masyarakat untuk memiliki rumah semakin besar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/8).
Ara menepis anggapan bahwa bisnis properti sedang lesu.
“Malah pengembang senang, marketingnya senang, dan masyarakat penghuni rumah subsidi ikut senang juga,” tegasnya.
Program 3 Juta Rumah Prabowo Jadi Pemantik
Kesuksesan ini tak lepas dari kebijakan pro-rakyat Presiden Prabowo Subianto.
Program 3 Juta Rumah yang ia canangkan telah mendorong peningkatan kuota KPR FLPP hingga 350.000 unit rumah.
Bukan itu saja, berbagai insentif seperti pembebasan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta PPN Ditanggung Pemerintah untuk rumah di bawah Rp 2 miliar, menjadi amunisi tambahan bagi pengembang untuk bergerak agresif.
Efek Berganda: Dari Industri Bahan Bangunan hingga Warung Kopi
Ara mengungkapkan kebanggaannya melihat dampak langsung program ini di lapangan.
Rumah subsidi tak hanya memberi atap bagi rakyat, tapi juga memicu multiplier effect ke berbagai sektor.
Industri semen, pasir, kaca, hingga toko bangunan ikut bergerak. Bahkan, ekonomi lokal ikut hidup, dari warung makan di sekitar proyek, hingga jasa transportasi dan tenaga kerja harian.
Mengurangi Backlog Perumahan
Dengan meningkatnya pasokan rumah subsidi, Indonesia bisa mempercepat pengurangan backlog perumahan yang selama ini menjadi tantangan besar.
Pengembang kini tak hanya berorientasi pada penjualan, tapi juga pada kontribusi sosial melalui pembangunan rumah yang layak huni dan terjangkau.
“Ini bukan hanya soal rumah, ini soal harapan. Setiap batu bata yang kita pasang, adalah mimpi yang kita wujudkan,” pungkas Ara.











