Topikseru.com, Medan – Atlet bulu tangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, telah menyampaikan mengundurkan diri pada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di hari Jumat (15/5/2026).
Pada surat pengunduran diri Gregoria mengutarakan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI di masa 12 tahun perjuangannya berlatih. Keputusan itu diambil disebabkan keadaan Kesehatan dirinya yang tak kunjung pulih sepenuhnya kaena vertigo kronis yang dialaminya mulai Maret 2025.
Jadi terdampak vertigo bisa membuat atlet berusia 26 tahun, meninggalkan gelanggang laga bulu tangkis? Ini uraiannya.
Mengenal Vertigo
Membuka situs alodokter, Vertigo bukanlah sebuah penyakit. Melainkan gejala dari suatu gangguan kesehatan. Terutama yang berkaitan dengan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam atau otak. Berdampak rasa pusing saat tubuh atau lingkungan di sekitar Topiker terasa seperti berputar atau bergerak.
Dampaknya ini bisa bereaksi dalam intensitas ringan yang hampir tidak terasa, hingga tingkat yang cukup parah sehingga penderitanya sulit menjaga keseimbangan dan terhambat dalam menjalani kegiatan atau pekerjaan.
Simptom Vertigo
Berbekal pengetahuan, simptom vertigo dapat terlihat dan dirasakan :
- Kehilangan keseimbangan – yang dapat menyulitkan penderita untuk berdiri tegak atau berjalan.
- Mual atau muntah.
- Rasa pening atau pusing yang intens.
Latar Belakang Vertigo
Gangguan pada telinga bagian dalam merupakan penyebab paling umum dari vertigo mengingat area tersebut berperan krusial dalam mengatur sistem keseimbangan tubuh. Selain itu, masalah pada bagian tertentu di otak juga dapat memicu kondisi ini.
Bagian latar belakang Vertigo diantaranya:
- Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) — Jenis vertigo yang paling sering ditemukan, dipicu oleh perubahan posisi kepala secara mendadak. Hal ini terjadi ketika kristal kalsium kecil di telinga dalam bergeser dan mengganggu sinyal keseimbangan ke otak.
- Migrain — Sakit kepala berdenyut hebat yang dalam beberapa kasus disertai dengan episode vertigo.
- Labirinitis atau Neuronitis Vestibular — Infeksi pada telinga bagian dalam yang merusak sistem keseimbangan.
- Persistent Postural-Perceptual Dizziness (PPPD) — Kondisi pusing kronis yang menyebabkan perasaan tidak stabil dalam jangka waktu panjang.
- Penyakit Ménière — Gangguan telinga dalam yang memicu vertigo berulang, sering kali disertai dengung di telinga (tinnitus) dan penurunan pendengaran.
Untuk terdampak yang jarang, vertigo dapat menjadi indikasi kondisi medis serius seperti stroke, multiple sclerosis, atau tumor otak.
Bila Musti Secepatnya ke Tenaga Kesehatan ?
Verigo yang muncul secara tiba-tiba, tidak kunjung mereda, atau terjadi secara berulang merupakan sinyal bagi kita untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan medis harus segera dilakukan jika vertigo disertai dengan sakit kepala yang luar biasa, mual-muntah hebat, atau demam tinggi yang menggigil.
Kondisi darurat yang membutuhkan tindakan segera adalah jika vetigo muncul bersamaan dengan penglihatan ganda, kesulitan berbicara, atau rasa lemas dan mati rasa pada anggota gerak, karena gejala tersebut bisa mengarah pada tanda stroke atau gangguan saraf pusat.
Upaya Saat Vertigo Hadir
Pada saat vertigo hadir secara tiba-tiba, sejumlah tindakan yang disarankan bisa menekan mengecilkan dampaknya:
- Bergoleklah dengan santai di tempat yang temaram dan tidak bising untuk menekan keadaan seperti musing.
- Gerakkan kepala Topiker secara perlahan sejauh yang masih bisa ditoleransi.
- Segera duduk begitu Topiker mulai merasa pening atau pusing.
- Nyalakan lampu jika Topiker harus bangun atau berjalan di malam hari.
- Gunakan tongkat bantu jalan jika Topiker merasa goyah atau berisiko terjatuh.
- Gunakan bantal tambahan selama beberapa malam pertama jika Topiker tidak bisa tidur dalam posisi berbaring rata.
- Bangunlah secara perlahan dari tempat tidur dan duduklah di tepi ranjang selama sekitar satu menit sebelum benar-benar berdiri.
- Cobalah untuk rileks dan hindari stres, karena kecemasan dapat memperburuk gejala vertigo.
- Dengarkan kondisi tubuh Topiker; jika memungkinkan, tetaplah lakukan beberapa aktivitas normal secara bertahap.
- Cobalah untuk kembali bergerak secara alami karena hal ini akan membantu proses pemulihan sistem keseimbangan tubuh.
Penting untuk diingat agar tidak menghindari gerakan sepenuhnya. Meski berdiam diri terasa lebih nyaman, tubuh tetap perlu dilatih secara bertahap agar sistem keseimbangan dapat beradaptasi kembali dengan normal.
Metode penanganan vertigo sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Salah satu prinsip utama pemulihan adalah mendorong penderita untuk mulai bergerak secara perlahan sesegera mungkin. Gerakan terkontrol membantu sistem keseimbangan tubuh untuk melakukan kalibrasi ulang atau “menyetel ulang” fungsinya.
Obat-obatan seperti prochlorperazine atau antihistamin tertentu dapat digunakan untuk meredakan simptom. Namun penggunaannya dibatasi hanya untuk jangka pendek (sekitar tiga hingga lima hari). Penggunaan jangka panjang justru dikhawatirkan dapat menghambat proses adaptasi alami tubuh dalam memulihkan keseimbangan.












