Haji

Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban

×

Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban

Sebarkan artikel ini
Khutbah Idul Adha 2026
Khutbah Idul Adha kali ini mengangkat tema "Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban".

Topikseru.comKhutbah Idul Adha kali ini mengangkat tema “Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban”.

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ
أَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

الْحَمْدُ للهِ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ لَنَا فِي شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ مَعَانِيَ َالتَّأَلُّفِ وَالْأُخُوَّةِ وَشَرَعَ لَنَا الْأُضْحِيَّةَ تَقَرُّبًا إِلَيْهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي عَلَّمَ أُمَّتَهُ مَعَانِيَ التَّكَافُلِ وَالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Segala puji bagi Allah Swt Tuhan semesta alam yang telah memberikan kita beribu-ribu kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya. Termasuk nikmat Iman, Islam serta sehat wal ‘afiyat yang merupakan nikmat paling besar yang kita miliki saat ini sehingga dapat berkumpul untuk menunaikan shalat Idul Adha di masjid yang mulia ini.

Shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.

Di pagi hari raya Idul Adha yang dipenuhi keberkahan ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan selalu memotivasi diri dan keluarga kita untuk selalu menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Momen Idul Adha identik dengan ibadah kurban. Berkurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam. Tujuannya ialah melatih ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin. (Qs. Al-Hajj: 37).

أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Momen Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang indahnya kebersamaan dan semangat gotong royong. Dalam proses pengurusan hewan kurban, mulai dari menyembelih, menguliti, memotong daging, hingga membagikannya kepada masyarakat, tersimpan nilai kepedulian dan kebersamaan yang begitu kuat.

Semangat saling membantu ini sangat dianjurkan dalam Islam. Gotong royong dalam mengurus hewan kurban merupakan bagian dari ta’awun ‘alal birr, yaitu sikap tolong-menolong dalam kebaikan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dari sinilah Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika dibagi dan dikerjakan bersama.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya”. (Qs. Al-Maidah: 02)

أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Ayat Al-Qur’an yang telah disampaikan khatib mengandung pesan kuat tentang pentingnya bergotong royong dalam kebaikan dan ketakwaan. Kebaikan yang dimaksud di sini bersifat universal, yakni segala bentuk amal yang diperintahkan dalam syariat Islam. Karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan bekerja sama dalam berbagai urusan kebaikan, termasuk dalam mengurus hewan kurban pada momen Idul Adha.

Semangat kebersamaan tersebut tercermin dalam setiap prosesnya, mulai dari penyembelihan, pengolahan, hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima. Semua dilakukan dengan penuh kepedulian, keikhlasan, dan rasa persaudaraan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsirul Munir juz 6 halaman 69, bahwa makna tolong-menolong dalam kebaikan adalah segala bentuk kebaikan yang diperintahkan syariat, upaya mencegah kemungkaran yang dilarang syariat, serta segala sesuatu yang membawa ketenangan hati.

وَتَعاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ: وَهُوَ كُلُّ خَيْرٍ أَمَرَ بِهِ الشَّرْعُ أَوْ نَهَى عَنْهُ مِنَ الْمُنْكَرَاتِ، أَوِ اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ

Artinya: “Tolong menolong dalam kebaikan maksudnya ialah setiap kebaikan yang diperintahkan oleh syariat, atau mencegah kemungkaran yang dilarang oleh syariat atau juga sesuatu yang menenangkan hati”.

أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Lebih dari itu, gotong royong juga menjadi cerminan kuatnya persatuan umat. Kebersamaan yang terjalin dalam setiap proses ibadah kurban menghadirkan rasa persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas di tengah masyarakat. Inilah salah satu hikmah besar dari perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Melalui semangat gotong royong, umat Islam diajarkan untuk meninggalkan sikap individualis dan membangun kebersamaan demi terciptanya kemaslahatan bersama. Tidak hanya mempererat hubungan antarsesama, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memiliki dan saling menjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam hal ini, Ibnu Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir juz 6 halaman 88 menjelaskan bahwa kerja sama dalam kebaikan akan melahirkan kekuatan, persatuan, serta memperkokoh hubungan sosial di tengah umat manusia. Ia mengatakan;

وَفَائِدَةُ التَّعَاوُنِ تَيْسِيرُ الْعَمَلِ، وَتَوْفِيرُ الْمَصَالِحِ، وَإِظْهَارُ الِاتِّحَادِ وَالتَّنَاصُرِ، حَتَّى يُصْبِحَ ذَلِكَ خُلُقًا لِلْأُمَّةِ

Artinya: “Faidah gotong royong ialah mempermudah pekerjaan, menyempurnakan kemaslahatan, menampakkan persatuan dan saling membantu hingga hal tersebut menjadi kebiasaan di tengah masyarakat”.

أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt,

Demikianlah khutbah Idul Adha tentang saling membantu dan bergotong royong dalam mengurus hewan kurban. Semoga Allah Swt selalu menjadikan kita sebagai umat Islam yang kokoh dan bersatu serta jauh dari perpecahan.

Bagi yang diberikan rezeki untuk bisa berkurban di tahun ini, semoga Allah Swt juga menerima kurbannya dan menjadikannya dekat dengan Allah. Adapun bagi yang belum diberikan kesempatan untuk bisa berkurban di tahun ini, semoga bisa berkurban di tahun depannya. Amiin ya rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَ التَّعَاوُنَ وَالتَّكَافُلَ مِنْ أَعْظَمِ شَعَائِرِ هٰذَا الدِّينِ الْمُبِينِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ
الصَّالحينَ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا.

اللّٰهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Keislaman Tinggal di Indramayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *