Kesehatan

Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Tenerife Setelah Wabah Hantavirus Tewaskan Tiga Orang

×

Kapal Pesiar MV Hondius Tiba di Tenerife Setelah Wabah Hantavirus Tewaskan Tiga Orang

Sebarkan artikel ini
wabah hantavirus
Kapal pesiar MV Hondius tiba di Tenerife, Spanyol.

Topikseru.comKapal Pesiar MV Hondius yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dunia akibat wabah hantavirus akhirnya tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu waktu setempat.

Kedatangan kapal tersebut langsung direspons otoritas Spanyol dengan menyiapkan operasi evakuasi internasional terhadap penumpang dan awak kapal.

Media penyiaran Spanyol RTVE melaporkan kapal pesiar asal Belanda itu berlabuh di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, beberapa menit sebelum pukul 06.30 waktu setempat atau sekitar 12.30 WIB.

Kedatangan MV Hondius menjadi sorotan global setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi adanya wabah hantavirus di atas kapal tersebut. Dari tujuh kasus infeksi yang tercatat, tiga orang berdasarkan laporan meninggal dunia.

Operasi Evakuasi Internasional Dimulai

Otoritas Spanyol berdasarkan laporan, langsung memulai proses pendaratan dan evakuasi terhadap penumpang serta sejumlah awak kapal sesaat setelah MV Hondius tiba di Tenerife.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan pemeriksaan kesehatan berjalan ketat sekaligus mencegah potensi penyebaran virus lebih luas.

MV Hondius sebelumnya melakukan pelayaran dari Argentina menuju Cape Verde sebelum kasus hantavirus terdeteksi di dalam kapal.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kondisi terbaru seluruh penumpang maupun kemungkinan tambahan kasus infeksi setelah kapal tiba di wilayah Spanyol.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan kelompok virus yang penularan kepada manusia melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus liar atau rodensia lainnya.

Virus tersebut dapat menyebar melalui urin, air liur, maupun kotoran hewan yang telah terkontaminasi.

Dalam sejumlah kasus, hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.

Penderita umumnya mengalami gejala awal seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan berat pada fase lanjutan.

WHO Pantau Perkembangan Kasus

WHO sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait wabah hantavirus di MV Hondius. Organisasi kesehatan dunia ini menyebut masa inkubasi virus dapat berlangsung hingga beberapa minggu.

Lembaga kesehatan global itu juga terus memantau perkembangan kasus dan koordinasi lintas negara terkait penanganan para penumpang kapal pesiar tersebut.

Kasus di MV Hondius menjadi perhatian internasional karena wabah terjadi di lingkungan kapal pesiar dengan mobilitas penumpang lintas negara yang tinggi.

Selain itu, insiden ini kembali meningkatkan kekhawatiran global terhadap penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan ke manusia.

Kekhawatiran Baru di Jalur Wisata Internasional

Wabah di MV Hondius turut memunculkan kekhawatiran di sektor pariwisata internasional, khususnya industri kapal pesiar yang melibatkan perjalanan lintas benua.

Otoritas kesehatan di sejumlah negara kini memperketat pemantauan terhadap riwayat perjalanan penumpang kapal yang sebelumnya berada di wilayah terdampak wabah hantavirus.

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penghentian operasional permanen kapal pesiar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *