Nasional

Jalan Tol Trans Sumatera Hidupkan 460 UMKM, Hutama Karya Perkuat Peran Rest Area Sebagai Ruang Ekonomi Lokal

×

Jalan Tol Trans Sumatera Hidupkan 460 UMKM, Hutama Karya Perkuat Peran Rest Area Sebagai Ruang Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Hutama Karya
Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tidak hanya berperan sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.(Foto: Topikseru.com/ Corcomm Jalan Tol PT Hutama Karya)

Topikseru.com, Sumatra  – Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tidak hanya berperan sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pengelolaan rest area di berbagai ruas JTTS, PT Hutama Karya terus membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan, rest area memiliki peran strategis sebagai simpul aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tol. Tidak hanya menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan, rest area juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan daerah agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya pengguna jalan tol yang melintas antarwilayah di Sumatra.

“JTTS tidak hanya kami hadirkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Melalui rest area, pelaku UMKM lokal memiliki ruang untuk memasarkan produk, memperluas jaringan pelanggan, dan ikut tumbuh bersama meningkatnya konektivitas antarwilayah di Sumatra,” ujar Iwan.

Saat ini, terdapat lebih dari 460 UMKM yang telah mengisi 29 rest area di sepanjang JTTS. Kehadiran para pelaku UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam memastikan manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan konektivitas, tetapi juga melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru di sekitar wilayah operasional jalan tol.

Dalam pengelolaan rest area, Hutama Karya memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan pelaku usaha lokal. Sejalan dengan PP Nomor 17 Tahun 2023 yang menetapkan alokasi lahan untuk UMKM paling sedikit 30% dari total luas area komersial, Hutama Karya memberikan ruang lebih besar dengan memprioritaskan sekitar 70% tenant rest area bagi pelaku UMKM, mulai dari kuliner khas daerah, produk lokal, hingga berbagai kebutuhan pengguna jalan.

Program pemberdayaan UMKM di rest area JTTS juga menjadi salah satu upaya Hutama Karya dalam membuka akses usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal. Melalui program ini, UMKM mendapatkan kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih besar, memanfaatkan ruang usaha dengan biaya sewa yang lebih terjangkau dibandingkan tarif komersial, serta memperoleh berbagai dukungan pengembangan usaha.

Tidak hanya menyediakan fasilitas berjualan, Hutama Karya juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas bisnis para pelaku UMKM. Bekerja sama dengan mitra pembinaaan UMKM dalam pendampingan berbagai kegiatan, mulai dari demo masak produk unggulan, penerapan pembayaran digital melalui QRIS, pendampingan penyusunan laporan keuangan, penyediaan buku menu, hingga pelatihan promosi produk. Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mengikuti program peningkatan keterampilan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.

Selain itu, Hutama Karya turut menggandeng pemerintah daerah dalam penyediaan lokasi promosi dan penjualan produk khas daerah tanpa dikenakan biaya. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan community development yang dijalankan perusahaan untuk mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya di wilayah operasional JTTS.

Dari sisi permodalan, Hutama Karya juga berkolaborasi dengan Bank BRI dalam penyaluran dukungan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK). Melalui berbagai langkah tersebut, Hutama Karya berkomitmen untuk memastikan program pemberdayaan UMKM terus berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan tol, serta mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan naik kelas.

Sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Plt. Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Ni Putu Oki Wirastuti beserta jajaran turut meninjau langsung salah satu rest area JTTS, yaitu Rest Area KM 163 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung pada Rabu (6/5). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas layanan, serta peluang pengembangan tenant UMKM agar keberadaan rest area semakin memberikan manfaat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, dalam mendukung penguatan UMKM lokal, Hutama Karya turut menghadirkan program keringanan biaya sewa tenant di rest area JTTS melalui promo diskon sebesar 50%. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, agar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha di lokasi strategis yang berada di sepanjang koridor JTTS.

“Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih terbuka bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Rest area JTTS memiliki potensi ekonomi yang besar karena menjadi titik singgah pengguna jalan, sehingga kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal,” tambah Iwan.

Adapun skema promo tersebut berlaku bagi tenant yang melakukan penyewaan dengan minimal masa sewa selama 3 bulan, dimana nantinya akan memperoleh masa sewa tambahan menjadi 6 bulan, begitupun bagi tenant yang menyewa selama 6 bulan akan mendapatkan masa sewa satu tahun dan berlaku dengan kelipatan yang sama. Dengan keringanan ini, pelaku usaha memiliki waktu yang lebih panjang untuk memperkenalkan produk, membangun pelanggan, serta mengoptimalkan peluang bisnis di rest area JTTS.

Rest area JTTS juga didukung berbagai fasilitas bagi pengguna jalan, mulai dari toilet bersih, masjid yang nyaman, area parkir luas, hingga area duduk yang memadai. Dengan fasilitas tersebut, rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang potensial bagi UMKM.

“Tenant tidak hanya memperoleh biaya sewa yang lebih terjangkau, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh di pasar yang potensial. Hutama Karya akan terus memperkuat peran rest area sebagai ruang ekonomi produktif yang memberi manfaat bagi UMKM, pengguna jalan tol, dan masyarakat sekitar,” tutup Iwan.

Sebagai tambahan informasi, saat ini terdapat lebih dari 460 UMKM yang mengisi 29 rest area di sepanjang JTTS, di antaranya tersebar pada Ruas Sigli–Banda Aceh, Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Pekanbaru–Dumai, Pekanbaru–Bangkinang–Koto Kampar, Padang–Sicincin, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Indralaya–Prabumulih, serta Bengkulu–Taba Penanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *