Topikseru.com, Medan – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat sedikitnya empat rumah hanyut tersapu arus.
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (23/4/2026). Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, menjadi lokasi paling terdampak dalam peristiwa ini.
Selain rumah yang hanyut, Pusdalops juga melaporkan sebanyak 196 unit rumah terdampak banjir, sementara 18 rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
“Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Untuk jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas lembaga guna memastikan bantuan dapat segera disalurkan.
Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini masih dalam tahap penanganan intensif. Tim BPBD bersama aparat setempat terus memonitor perkembangan situasi, terutama mengantisipasi potensi banjir susulan jika curah hujan kembali meningkat.
Bencana ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara, khususnya daerah dengan kontur geografis rawan aliran air deras saat hujan ekstrem.












