- Kabar duka menyelimuti Ranning Alamer Mulsim Cibro, salah satu terdakwa kasus pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite menggunakan jeriken.
- Ayahnya, Suntuk Cibro, meninggal dunia se berjuang melawan penyakit kanker darah atau leukemia yang dideritanya selama setahun terakhir.
- Suntuk Cibro mengembuskan napas terakhir pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 23.
Topikseru.com, Medan – Kabar duka menyelimuti Ranning Alamer Mulsim Cibro, salah satu terdakwa kasus pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite menggunakan jeriken. Ayahnya, Suntuk Cibro, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker darah atau leukemia yang dideritanya selama setahun terakhir.
Suntuk Cibro mengembuskan napas terakhir pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan.
“Iya, tadi malam sekitar jam 11-an Bapak meninggal di Rumah Sakit Adam Malik. Setahun Bapak sakit kanker darah. Jumat ini rencana dimakamkan,” kata Ranning saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Jenazah almarhum kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Pakpak Bharat untuk disemayamkan dan dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (19/6/2026).
Baru Sepekan Merawat Ayah, Kini Harus Kehilangan
Kisah duka ini semakin menyentuh karena Ranning baru saja mendapatkan kesempatan merawat sang ayah setelah penahanannya ditangguhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (11/6/2026).
Sebelumnya, Ranning harus menjalani penahanan dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Minyak dan Gas (UU Migas) terkait pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken.
Permohonan penangguhan penahanan diajukan tim penasihat hukum dengan alasan kondisi kesehatan ayah Ranning yang terus memburuk akibat penyakit kronis yang dideritanya.
Setelah permohonan itu dikabulkan, Ranning akhirnya dapat kembali mendampingi dan merawat ayahnya. Namun, kebersamaan tersebut hanya berlangsung beberapa hari.
Belum genap sepekan merawat orang tuanya, Ranning harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan
Menurut informasi yang diperoleh, kondisi kesehatan Suntuk Cibro dalam beberapa bulan terakhir terus menurun.
Saat Ranning menjalani masa penahanan, keluarga juga mengalami kesulitan dalam pembiayaan pengobatan karena Ranning diketahui menjadi tulang punggung keluarga.
Kondisi tersebut sempat menjadi salah satu pertimbangan tim kuasa hukum dalam mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim.
Kasus Pertalite Jeriken Jadi Sorotan Publik
Kasus yang menjerat Ranning bersama Aziz Apandi Silalahi, seorang operator pengisian BBM, sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
Keduanya didakwa dalam perkara pembelian BBM subsidi jenis Pertalite menggunakan jeriken yang diduga akan dijual kembali untuk memperoleh keuntungan.
Perkara ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Atensi terhadap kasus tersebut juga datang dari anggota Komisi III DPR RI, yang ikut menyoroti proses hukum yang dijalani kedua terdakwa.
Di tengah proses persidangan yang masih berjalan, duka mendalam kini menyelimuti keluarga Ranning setelah kepergian sang ayah yang selama setahun terakhir berjuang melawan penyakit kanker darah.












