/* ===================== ===================== */Analis Mata Uang Doo Financial Futures: Rupiah Diperkirakan Bergerak dalam Kisaran Rp16.350 Hingga Rp16.450 Per Dolar AS - Topikseru
BursaEkonomi dan Bisnis

Analis Mata Uang Doo Financial Futures: Rupiah Diperkirakan Bergerak dalam Kisaran Rp16.350 Hingga Rp16.450 Per Dolar AS

×

Analis Mata Uang Doo Financial Futures: Rupiah Diperkirakan Bergerak dalam Kisaran Rp16.350 Hingga Rp16.450 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah
Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup tajam setelah data pekerjaan NFP kembali sangat mengecewakan. Hal ini hampir memastikan The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini

Topikseru.com – Pada perdagangan awal pekan, Senin (8/9/2025) rupiah spot diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Penguatan rupiah spot ditopang oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) yang kembali mengecewakan.

Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan dolar AS menjadi sentimen global paling dominan yang memberi ruang apresiasi bagi rupiah.

Data ketenagakerjaan AS yang meleset dari ekspektasi pasar juga memperkuat keyakinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga bulan ini.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup tajam setelah data pekerjaan NFP kembali sangat mengecewakan. Hal ini hampir memastikan The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini,” ujar Lukman.

Baca Juga  Rupiah Spot Menguat 0,05% di Level Rp16.565 Per Dolar AS di Perdagangan Selasa (14/10/2025) Pagi Ini

Selain faktor eksternal, sentimen dari dalam negeri turut berperan. Pasar masih menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dinilai menjadi indikator penting bagi pergerakan rupiah.

“Dari domestik, investor menantikan data cadev yang bisa memberikan arah tambahan bagi pergerakan rupiah,” tambahnya.

Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.350 hingga Rp16.450 per dolar AS pada perdagangan Senin. Level ini diperkirakan menjadi acuan support dan resistance jangka pendek.

Menurut Lukman, kombinasi pelemahan dolar AS di pasar global dan faktor fundamental domestik tetap akan menjadi penggerak utama rupiah. Namun, ia mengingatkan bahwa jika tekanan eksternal kembali muncul, rupiah masih berisiko berfluktuasi di sekitar level resisten.