Ekonomi dan Bisnis

Gawat! Nilai Tukar Rupiah Terancam Kembali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS

×

Gawat! Nilai Tukar Rupiah Terancam Kembali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah
nilai tukar rupiah terus tertekan dan makin dekat kembali tembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di mana nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.995 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,24% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.952 per dolar AS.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (2/7/2026) nilai tukar rupiah terus tertekan dan makin dekat kembali tembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Di mana nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.995 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,24% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.952 per dolar AS.

Alhasil, rupiah jadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Hingga pukul 11.50 WIB, hampir seluruh mata uang di Asia menguat.

Kemudian rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,28%.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang melesat 0,25% dan baht Thailand terkerek 0,16%.

Disusul, yen Jepang naik 0,1%. Berikutnya, dolar Taiwan dan yuan China sama-sama menanjak 0,08%.

Lalu, peso Filipina terapresiasi 0,06%. Kemudian, dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,05% terhadap the greenback di tengah hari ini.

Sementara itu, won Korea Selatan turun 0,16% dan dolar Hong Kong stabil dengan kecenderungan melemah tipis.

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,17% di Level Rp 17.982 per Dolar AS

Pada perdagangan hari ini. Kamis (2/7/2026) nilai tukar rupiah langsung tertekan dibuka di level Rp 17.982 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,17% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.952 per dolar AS.

Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26%.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,21%.

Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,07%. Berikutnya, yuan China terangkat 0,06%.

Lalu, dolar Taiwan dan peso Filipina sama-sama menanjak 0,05% di pagi ini. Kemudian, yen Jepang terapresiasi 0,04% dan dolar Singapura naik 0,03%. Disusul, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *