Ekonomi dan Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Nyaris Menembus level Rp18.000 per Dolar AS Sore Ini

×

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Nyaris Menembus level Rp18.000 per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Rupiah
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.995 per dolar AS, melemah 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.952 per dolar AS. Senada, kurs tengah Bank Indonesia atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga melemah.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (2/7/2026) nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sekaligus memperpanjang tren penurunan selama tiga hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.995 per dolar AS, melemah 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.952 per dolar AS.

Senada, kurs tengah Bank Indonesia atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga melemah.

Rupiah tercatat berada di level Rp 17.994 per dolar AS, turun 0,18% dibandingkan hari sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung terbatas seiring indeks dolar AS yang masih stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen Jepang dan euro, turun tipis 0,1% ke level 101,32.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data non-farm payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan terbit pada Kamis waktu setempat.

Data tersebut dinilai akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan ekonomi AS menciptakan sekitar 110.000 lapangan kerja pada Juni, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di 4,3%.

“Jika data payrolls melampaui ekspektasi pasar, dolar berpotensi melanjutkan penguatannya,” kata analis senior Mitsubishi UFJ Bank, Akihiko Yokoo, dalam risetnya.

Meski indeks dolar bergerak relatif datar, rupiah masih berada di bawah tekanan akibat tingginya permintaan terhadap dolar AS dan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi utama Negeri Paman Sam.

Dengan penutupan di level Rp 17.995 per dolar AS, rupiah kembali mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.

Di sisi lain, mata uang Asia bergerak terbatas. Yen Jepang sempat menguat tajam ke kisaran 161,71 per dolar AS, memicu spekulasi adanya intervensi otoritas Jepang untuk menopang mata uangnya.

Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,3% terhadap dolar AS dan peso Filipina bergerak relatif datar.

Pergerakan rupiah selanjutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh hasil data NFP AS, arah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2026.

Nilai Tukar Rupiah Terancam Kembali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS Siang Ini

Pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (2/7/2026) nilai tukar rupiah terus tertekan dan makin dekat kembali tembus Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Di mana nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.995 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,24% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.952 per dolar AS.

Alhasil, rupiah jadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Hingga pukul 11.50 WIB, hampir seluruh mata uang di Asia menguat.

Kemudian rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,28%.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang melesat 0,25% dan baht Thailand terkerek 0,16%.

Disusul, yen Jepang naik 0,1%. Berikutnya, dolar Taiwan dan yuan China sama-sama menanjak 0,08%.

Lalu, peso Filipina terapresiasi 0,06%. Kemudian, dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,05% terhadap the greenback di tengah hari ini.

Sementara itu, won Korea Selatan turun 0,16% dan dolar Hong Kong stabil dengan kecenderungan melemah tipis.

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,17% di Level Rp 17.982 per Dolar AS

Pada perdagangan hari ini. Kamis (2/7/2026) nilai tukar rupiah langsung tertekan dibuka di level Rp 17.982 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,17% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.952 per dolar AS.

Pergerakan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26%.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,21%.

Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,07%. Berikutnya, yuan China terangkat 0,06%.

Lalu, dolar Taiwan dan peso Filipina sama-sama menanjak 0,05% di pagi ini. Kemudian, yen Jepang terapresiasi 0,04% dan dolar Singapura naik 0,03%. Disusul, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *