/* ===================== ===================== */Orangutan Sumatera Masuk Kebun Warga di Langkat, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Pelepasliaran
Hukum & Kriminal

Orangutan Sumatera Masuk Kebun Warga di Langkat, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Pelepasliaran

×

Orangutan Sumatera Masuk Kebun Warga di Langkat, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Pelepasliaran

Sebarkan artikel ini
orangutan Sumatera Langkat
Seekor orangutan Sumatera jantan dievakuasi dari kebun warga di Langkat dan dilepasliarkan ke TN Gunung Leuser. Begini kronologi lengkapnya.

Topikseru.com, Langkat – Seekor Orangutan Sumatera jantan berbobot sekitar 60 kilogram dievakuasi dari area perladangan warga di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Satwa dilindungi tersebut dilaporkan kerap muncul di sekitar gubuk kebun karet dan sawit muda milik warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Baca Juga  Orangutan 'Pesek' di TNGL Langkat Melahirkan Anak Ketujuh, Bukti Sukses Rehabilitasi Satwa

Evakuasi Libatkan Tim Gabungan

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, serta Human Orangutan Conflict Response Unit YOSL-OIC.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I melalui Kasi Konservasi Wilayah II Stabat, Bobby Nopandry, mengatakan laporan warga diterima setelah satwa tersebut beberapa kali terlihat turun dari hutan ke area ladang.

“Warga khawatir orangutan itu bisa terkena racun pertanian atau menjadi korban aktivitas pemburu di sekitar lokasi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ditemukan di Hutan Terisolasi

Saat tim tiba di lokasi, orangutan ditemukan berada di kantong hutan kecil yang terisolasi dan dikelilingi area perkebunan. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi keselamatan satwa.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas melakukan pembiusan menggunakan bantuan dokter hewan sebelum mengevakuasi orangutan tersebut.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa orangutan jantan berusia sekitar 25 tahun itu dalam kondisi sehat tanpa luka atau cacat.

Baca Juga  Bangkai Orangutan Tapanuli Ditemukan di Tapteng, WALHI Nilai Ekosistem Batang Toru Darurat Ekologis

Langsung Dipindahkan ke Habitat Alami

Setelah dinyatakan sehat, tim langsung melakukan translokasi pada hari yang sama. Orangutan tersebut dipindahkan ke kawasan hutan primer di Resor Cintaraja, kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, yang berjarak sekitar 14 kilometer dari lokasi awal.

Setibanya di lokasi, satwa tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Upaya Cegah Konflik Manusia dan Satwa

Bobby menegaskan, langkah cepat ini merupakan bentuk sinergi lintas lembaga dalam menangani konflik manusia dan satwa liar, sekaligus menjaga kelestarian orangutan Sumatera yang kini berstatus terancam punah.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan satwa liar dilindungi di sekitar permukiman atau kebun, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan aman.