/* ===================== ===================== */Kasus Dugaan Penculikan Anak di Deli Serdang Jadi Sorotan, LPA: Alarm Serius Perlindungan Anak
Sumut

LPA Deli Serdang Soroti Kasus Dugaan Penculikan Anak : Alarm Darurat Perlindungan Pengawasan 

×

LPA Deli Serdang Soroti Kasus Dugaan Penculikan Anak : Alarm Darurat Perlindungan Pengawasan 

Sebarkan artikel ini
penculikan anak Deli Serdang
Ilustrasi - Kasus dugaan penculikan anak di Deli Serdang memicu perhatian LPA

Topikseru.com, Deli Serdang – Kasus dugaan penculikan anak yang terjadi di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang menilai kejadian ini sebagai sinyal bahaya terhadap lemahnya sistem pengawasan anak di lingkungan masyarakat.

Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan peringatan keras bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saat anak itu dikembalikan oleh terduga pelaku, memang menimbulkan rasa lega. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran besar karena kejadian serupa bisa terjadi pada siapa saja,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga  Balita 3 Tahun di Deli Serdang Diduga Diculik, Sempat Hilang Sehari lalu Dipulangkan Pelaku

Peran Orang Tua Jadi Kunci

Menurut Junaidi, anak-anak memiliki rasa ingin tahu tinggi dan cenderung mudah percaya terhadap orang lain. Hal ini membuat mereka rentan menjadi korban jika pengawasan orang tua tidak optimal.

Ia menekankan bahwa kelengahan sekecil apa pun, terutama di tempat umum seperti pasar, pusat perbelanjaan, atau acara keramaian, dapat membuka peluang terjadinya kejahatan.

“Pengawasan bukan berarti mengekang, tetapi bagaimana orang tua hadir aktif dalam kehidupan anak sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, edukasi dasar tentang keselamatan diri juga dinilai penting. Anak perlu diajarkan untuk berani menolak ajakan orang asing serta mengenali situasi yang berpotensi membahayakan.

Lingkungan dan Masyarakat Harus Aktif

Tak hanya keluarga, Junaidi juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan terhadap anak. Lingkungan yang peduli dinilai mampu mendeteksi lebih cepat aktivitas mencurigakan.

“Masyarakat bisa mengambil langkah persuasif, misalnya dengan menanyakan maksud orang yang terlihat mencurigakan,” katanya.

Evaluasi Peran Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, LPA Deli Serdang menilai pemerintah daerah perlu meningkatkan komitmen nyata dalam perlindungan anak. Predikat Kabupaten Layak Anak, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi simbol administratif semata.

Dia menilai program edukasi keselamatan anak di sekolah maupun ruang publik masih belum berjalan optimal dan perlu penguatan secara berkelanjutan.

“Program perlindungan anak harus hadir nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Baca Juga  Polisi Ungkap Kasus Penculikan Anak di Medan, Korban Selamat, Pelaku Ternyata...

Pentingnya Pemulihan Psikologis Anak

Dalam kasus dugaan penculikan, aspek pemulihan psikologis korban juga menjadi perhatian penting. Anak yang mengalami trauma membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan normal.

“Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam proses pemulihan. Pemerintah daerah juga harus proaktif melalui dinas terkait,” ujarnya.

Kasus ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat sistem perlindungan anak, baik di tingkat keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.

“Dengan meningkatkan kepedulian dan komunikasi, serta membangun lingkungan yang saling menjaga, bisa meminimalkan risiko kejadian serupa,” tutup Junaidi.