Scroll untuk baca artikel
DaerahNewsUncategorized

Menhub Cek Pembangunan BRT di Medan Bersumber dari Pinjaman Bank Dunia

×

Menhub Cek Pembangunan BRT di Medan Bersumber dari Pinjaman Bank Dunia

Sebarkan artikel ini
Menhub Budi Karya
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berada di Terminal Amplas Medan, Jumat (28/6). Foto: Zei/Topikseru.com

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Amplas Medan, Jumat (28/6).

Dia mengatakan proyek pembangunan BRT di Kota Medan dan Bandung ini bersumber dari pinjaman Bank Dunia (World Bank) sebesar Rp 1,8 triliun.

“Meninjau alokasi dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk pembangunan depo (tempat pemberhentian akhir bus) dan perbaikan koridor di Medan dan Bandung,” kata Menhub Budi Karya di Terminal Amplas Medan.

Menhub Budi Karya menjelaskan kedatangannya ke Terminal Amplas adalah untuk mengevaluasi program-program Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Dia menuturkan Terminal Amplas Medan akan menjadi depo pemberangkatan pertama BRT untuk rute Amplas – Pinang Baris. BRT akan menjadi penghubung Medan – Binjai – Deli Serdang (Mebidang).

Baca Juga  Bobby Nasution Sebut Putra Solo Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Sumut: Kami Ucapkan Terima Kasih...

“Singkat kata, ini (Terminal Amplas) menjadi percontohan. Jadi, Kota Medan dan Kota Bandung menjadi percontohan dari Loan (pinjaman) pemerintah,” ujar Budi Karya.

Budi Kary mengatakan alasan menunjuk Terminal Amplas sebagai lokasi pembangunan depo BRT, karena terminal ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Dia mendapat laporan bahwa terdapat lonjakan pertumbuhan transportasi yang signifikan baik dari jumlah penumpang maupun transportasi lintas antarkota.

“Pergerakan antarkota di Sumatera Utara, Aceh, dan Riau sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa Amplas adalah pilihan yang tepat,” kata Menhub Budi.

Evaluasi Pinjaman World Bank Rp 1,8 Triliun

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Kota Medan dan Kota Bandung menjadi program percontohan pembangunan fasilitas transportasi darat dari pinjaman pemerintah.