Topikseru.com, Medan – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara mengantisipasi ancaman El Nino Godzilla yang diperkirakan melanda Indonesia, dengan mensiagakan Brigade Proteksi Tanaman. Sekaligus menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga produksi pangan tetap stabil.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Parangin-angin pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (20/5/2026).
“Kita sudah menyiapkan antisipasi dan upaya untuk menjaga produksi pangan,” kata Fahri. Sebuah strategi yang disiapkan menyiagakan Brigade Proteksi Tanaman yang bertugas mencegah kerusakan tanaman di seluruh daerah Sumatera Utara.
“Upaya Dinas Pertania dan Ketahanan Pangan Sumut, menggerakkan Brigade Proteksi Tanaman. Ada 6 brigade, bertugas membawahi 33 kabupaten dan kota yang ada di Sumut. Apa persiapannya? Menyiapkan pompa. Brigade ini seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak,” ujar Fahri.
2.500 Mesin Pompa Air Dibagikan
Selain itu, sepanjang 2024 hingga 2025, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan sekitar 2.500 unit pompa air ke seluruh kabupaten/kota di Sumut, sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino. “Tak muat kantor Gubernur ini kalua 2.500 kita kumpulkan di sini,” jelas Fahri.
Menurut Fahri, Kementerian Pertanian juga telah memberikan peringatan dini (early warning system) terkait dampak kekeringan. Karena itu, pompa-pompa yang telah disalurkan terus dipantau agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan,” katanya.
Ia berharap, meskipun El Nino melanda Sumut, produksi pangan tetap terjaga sehingga ketersediaan pangan masyarakat tidak terganggu.
“Mudah-mudahan kita tidak jumawa, kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga,” kata Fahri.
El Nino Godzilla merupakan kata terkini untuk menyebut fenomena Super El Nino. Yaitu meningkatnya suhu permukaan laut yang ekstrem dan masif di Samudra Pasifik. Dijuluki “Godzilla” karena kekuatannya yang jauh lebih besar dari El Nino biasanya. Fenomena ini mampu memicu perubahan cuaca ekstrem global.












